•Unity Forum•
Selamat datang di Forum kami.
Tempat nongkrong yang asyik :D

Silahkan login
~Admin ManyuLL~



 
IndeksPortalPendaftaranLogin
~Hallo Uniters ! Mari ramaikan kembali forum ini, ajak teman-temanmu untuk bergabung disini~ Admin ManyuLL
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Latest topics
» Ramaikan kembali
Thu Aug 15, 2013 8:58 pm by blackID

» Games Kata Berantai
Tue Oct 18, 2011 10:08 pm by TOTO<3M

» Nih liat :D Sopan Santun Orang Jepang Yang Berlebihan
Tue Oct 18, 2011 3:32 pm by Mr.Kids

» cuhrat'an ane
Tue Oct 18, 2011 2:38 pm by Viero

» 15 Foto Proses Kuning Telur Menjadi Anak Ayam
Tue Oct 18, 2011 1:57 pm by ManyuLL

» Ditemukan 140 Planet Mirip Bumi
Tue Oct 18, 2011 1:56 pm by Mr_Zero

» jam indonesia di akhirat !!
Tue Oct 18, 2011 1:51 pm by Mr_Zero

» indomieeeccuuhh
Tue Oct 18, 2011 1:38 pm by bang.nyster

» Ariel Bakal Bebas?
Tue Oct 18, 2011 1:26 pm by ManyuLL

» 2000 botak aja
Mon Oct 17, 2011 10:04 am by hamsyong n ciong

» (Sorry) Nying !!! Menurut Enying² gimana nih cewe Inyong yang baru ? :malu
Fri Oct 14, 2011 8:44 pm by Mr_Zero

» Need More Members
Wed Oct 12, 2011 9:15 pm by ManyuLL

Most Viewed Topics
Gambar Terakhir Yang Paling Terakhir saat The Rev Meninggal
Games Kata Berantai
ternyata di indonesia ada anggota akatsuki juga nying
[JS ]what your mine about this picture ?? [JS]
Hantu !!! sadako itu ternyata cerita nyata
yang jago cak-cakan masuk
RULES FROM THIS FORUM
hewan aneh
MERUBAH TIME DI FORUM MENJADI SAMA DENGAN TIME INDONESIA
7 tanda kiamat
Top posters
bang.nyster (202)
 
blackID (199)
 
hanwen (114)
 
Viero (106)
 
ManyuLL (101)
 
Ashshaf (99)
 
BrotherOne (93)
 
Mr_Zero (25)
 
Chelious (15)
 
Shidiq (12)
 
User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 9 pada Tue Oct 18, 2011 1:43 pm

Share | 
 

 Nih liat :D Sopan Santun Orang Jepang Yang Berlebihan

Go down 
PengirimMessage
Mr.Kids
Newbie
avatar

Jumlah posting : 5
PointMu : 13
Rezeki : 1
Join date : 20.11.10
Age : 22
Lokasi : Bogor

PostSubyek: Nih liat :D Sopan Santun Orang Jepang Yang Berlebihan   Tue Oct 18, 2011 3:13 pm

Menolak permintaan seorang tamu, adalah perbuatan yang dianggap kurang sopan oleh sebagian orang jepang alasannya?

Sebagai contoh seorang tamu (tamu B) hendak datang berkunjung pada bulan Januari. Para professor mengatakan tidak bisa sebab ada tamu (tamu A) lain yang akan berkunjung. Maka tamu B kemudian menanyakan bagaimana kalau bulan Februari? Professor menjawab bahwa bulan tersebut mereka sibuk. Lalu tamu B kembali menawarkan bagaimana jika bulan Maret ? Maka…dengan sangat terpaksa para professor menerimanya, sebab pantang bagi mereka untuk menolak yang ketiga kalinya.

Saya baru mengetahui bahwa apabila orang Jepang sudah menyatakan keberatan (penolakan dua kali) maka itu artinya mereka benar-benar tidak bisa (menolak, enggan), setelah salah seorang professor menjelaskannya. Tetapi orang asing (tamu) kadang-kadang tidak memahami ini dan tetap menggebu-gebu ingin berkunjung. Sedangkan bagi orang Jepang, tamu harus dihormati seperti raja. Mereka harus dijamu dengan makanan yang serba enak, disiapkan penginapan yang layak, dan diajak plesir. Inilah yang menyita waktu. Tugas-tugas mengerjakan penelitian dan mempersiapkan paper-paper menjadi terhambat karena harus menemani tamu wawancara dan mengunjungi sekolah-sekolah.

Saya merasakan perbedaannya dengan Indonesia. Di Indonesia dulu, biasanya tamu-tamu yang akan berkunjung ke sekolah akan diltemani oleh dosen-dosen muda (asisten dosen), tetapi di Jepang, mengunjungi sekolah bukanlah pekerjaan yang gampang dengan hanya menelepon kepala sekolah kemudian menyatakan ingin berkunjung. Untuk sekolah-sekolah publik/negeri diperlukan prosedural dan birokrasi yang cukup panjang dan ini biasanya hanya bisa dilakukan oleh dosen-dosen senior yang pernah berhubungan langsung dengan sekolah tersebut (misalnya memberikan kuliah di sana) atau mengenal salah satu personal di educational board. Saya pikir prosedural ini sama dengan Indonesia atau negara lain.

Lalu, tidak hanya acara berkunjung yang harus mematuhi unggah-ungguh Japanese, tetapi servis yang menurut orang Jepang harus diberikan kepada tamu hingga makan malam. Dan biasanya professor harus merogoh kocek pribadinya termasuk untuk saya dan teman yang bertugas sebagai interpreter :D Ini yang membuat professor-professor bisa bangkrut jika setiap bulan ada saja tamu yang berkunjung.

Yang menggelikan lagi terkait dengan masalah jamuan di restoran adalah kebiasaan makan orang Jepang yang tidak dipahami oleh tamu asing. Biasanya professor akan menanyakan apa yang bisa dan mau kita makan, terkait dengan kehalalannya. Dan karena bagi sebagian orang asing, ikan mentah dan sushi adalah makanan khas Jepang, maka biasanya jamuan makan malam akan berlangsung di restoran sushi atau ikan yang lumayan memuaskan makanannya. Tetapi seperti biasa, porsi makanan yang disajikan tidak sebanding dengan harganya, seperti misalnya sashimi. Biasanya hanya 10-15 irisan ikan, atau menu-menu ikan yang disajikan dalam cawan-cawan kecil yang dipesan hanya 2-3, dengan maksud dimakan bersama-sama. Makanan-makanan ini harus dinikmati sambil minum dan dimakan pelan-pelan, karena diselingi dengan percakapan. Lalu, setelah ini habis datanglah menu kedua, ketiga, dan seterusnya hingga menu nasi secawan kecil dan terakhir makanan penutup.

Bagi orang asing yang terbiasa makan cepat dan segera ingin cepat bersendawa tanda kekenyangan :D biasanya agak sulit mengikuti ritme ini, sehingga kadang-kadang dalam percakapan bahasa Jepang yang tidak dipahami oleh si tamu, para professor tersebut menyindir pola makan tersebut, dan tentu saja mereka agak bingung untuk memesan makanan lagi sebab semakin akan menguras isi dompet.

Yang kedua, makan sambil mengecap (bunyi cap-cap dan mulut tidak tertutup) adalah tidak sopan bagi orang Jepang, sehingga usahakan ketika mengunyah makanan mulut harus tertutup, dan jika hendak bicara jangan sambil makan. Habiskan dulu makanan di dalam mulut kemudian berbicaralah. Minum sup atau menyeruput soba/udon (mie Jepang) perlu dengan mengeluarkan bunyi. Bisanya orang Jepang memahami orang asing yang tidak bisa melakukan ini (saya termasuk).

Saya biasanya punya trik supaya bisa mengikuti ritme makan orang Jepang. Pertama, saya akan menanyakan jenis makanan yang disajikan, apa namanya, bahannya apa dan terkenal di daerah mana ? Ini akan memperpanjang waktu bercakap dan membuat kita juga perlu makan pelan-pelan sebab sambil mendengarkan pembicaraan. Lalu, setelah sendokan pertama, ucapkanlah “oishii” (enak). Tetapi karena sekarang makin banyak perbendaharaan makanan yang saya ketahui, maka trik ini jarang saya pakai lagi :D Lalu,sebagai gantinya saya minum banyak kali, atau memutar-mutar mangkuk/cawan dan mencoba membaca-baca tulisan kanji yang ada di situ .

Saya perhatikan pula orang Jepang tak terbiasa mengingatkan kalau seorang asing melakukan kesalahan atau hal yang menurut mereka tak baik. Juga sangat sulit untuk menyuruh kita dengan kata “tolong” apabila kita sama-sama repot. Saya berkali-kali merasakan hal ini ketika professor hendak meminta tolong tetapi saya tidak bisa menangkap jelas bahwa dia benar-benar mengucapkan kata tolong (kudasai, onegai). Maka saya biasanya membaca kondisi ini dengan menyimak penjelasannya tentang skedulnya hari itu, dan kemudian menyodorkan diri kalau-kalau saya diperlukan.

Hal yang juga merupakan penyakit dan tidak hanya bagi orang Jepang barangkali adalah membalas budi. Sudah menjadi hal yang universal bahwa apabila kita sudah mendapat kebaikan dari orang lain, maka sangat sulit untuk menolak permintaan orang tersebut. Demikianlah yang dialami oleh professor-professor saya. Sehingga seperti sebuah hubungan yang timbal balik yang berlaku alami, kedua belah pihak saling berinteraksi. Perbedaannya adalah, orang Jepang merasa sangat tertekan dengan kedatangan tamu sebab mereka beranggapan harus melayaninya dengan pelayanan yang sempurna, dan merasa sangat malu jika tak dapat melakukan hal itu, sementara orang Indonesia atau bangsa lain menganggapseperti it tamu akan membawa keberkahan, dan lebih cenderung melayani tamu Jepang dengan apa adanya (apa yang ada di rumah). Ini bisa kita amati bahwa orang Indonesia dengan mudahnya menawarkan penginapan di rumahnya dan orang Jepang sangat jarang yang menawarkan hal serupa.

gimana nying? beda atau sama dengan sopan santun orang indonesia? bagi saya sih masih jauh perbedaannya, tapi dengan ditanami rasa menghormati atau menghargai dari dalam diri sendiri dulu itu akan memunculkan rasa sopan santun yg amat akan dihargai pula oleh orang yg menerima sopan santun itu, rakyat indonsia pasti bakal bisa kaya gitu! tapi inget nying mulai dari dalam diri sendiri dulu ya
mantap

nih nying ane kasih bonus pic cewe jepang nying!
Spoiler:
 

tengs bipoool >.< transfer rezeki ya nying milyader
Kembali Ke Atas Go down
http://hutohudi.blogspot.com
Viero
Mednity
avatar

Jumlah posting : 106
PointMu : 120
Rezeki : 3
Join date : 02.11.10
Age : 22

PostSubyek: Re: Nih liat :D Sopan Santun Orang Jepang Yang Berlebihan   Tue Oct 18, 2011 3:21 pm

edan panjang banget dah .... hoream baca na curut .... bingung
Kembali Ke Atas Go down
Mr.Kids
Newbie
avatar

Jumlah posting : 5
PointMu : 13
Rezeki : 1
Join date : 20.11.10
Age : 22
Lokasi : Bogor

PostSubyek: Re: Nih liat :D Sopan Santun Orang Jepang Yang Berlebihan   Tue Oct 18, 2011 3:32 pm

Viero wrote:
edan panjang banget dah .... hoream baca na curut .... bingung
ini ilmu yang patut dicontoh masnying fyuh
Kembali Ke Atas Go down
http://hutohudi.blogspot.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: Nih liat :D Sopan Santun Orang Jepang Yang Berlebihan   

Kembali Ke Atas Go down
 
Nih liat :D Sopan Santun Orang Jepang Yang Berlebihan
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
•Unity Forum• :: COMMUNITY :: Chit-Chat-
Navigasi: